Jumat, 01 Agustus 2014

Bukan pecinta dunia #1#

Hari mulai mendung, segera aku membuka payung untuk berjaga-jaga jika hujan turun. Mereka semua saling brrgantian pulang dengan terburu-buru karena tidak menyangka bahwa hari ini akan turun hujan. Aku tersenyum dalam hati tanda aku sedang beruntung hari ini. Td pagi aku menuruti ibuku untuk membawa payung kecil karena ramalan cuaca. Dan aku benar-benar beruntung. Akupun tak perlu terburu-buru untuk pulang hingga bajuku basah terkena genangan air.
Kotaku hari ini terlihat murung, panas matahari yang sejak tadi menyengat kulit kini berubah sejuk. Aku menikmati perjalanan pualangku. Esok sekolah libur, aku tak perlu cepat-cepat pulang karena harus mengerjakan tugas yang menumpuk setiap harinya.
Aku teringat pesan ibu sepulang sekolah  membeli telur untuk membuat cookies.
Disamping toko Pak To, aku menaruh payungku. Aku bergegas masuk agar udara sedikit menghangat. Pak To sudah memasang penghangat ruangan yang dibelinya di Jepang tahun kemarin. Untuk cuaca indonesia yang tiba-tiba kelewat dingin. Pak To juga type orang yang alergi dingin.
Kulihat tak ada seseorangpun di Toko. Kucoba sedikit berteriam memanggil nama Pak To. Sesosok lelaki paruh baya keluar dari singgasananya, dengan kutang dan sarung yang dipakai seperti selimut. Tak lupa asap rokok yang setiap saat mengepul dari mulut atau hidungnya menjadi ciri khas juragan telur di kota ini.
" tuku opo nduk" tanyanya. " niku, kulo tumbas telur, 1 kg mawon. Di utus ibu. "
1 kg telur sudah ada di tangan. Selagi berpamitan pulang aku membungkukkan badan. Kuambil payungku. Akupun pulang dengan sangat hati-hati.
Ibu sudah menunggu dirumah. Wajahny terlihat tidak senang, aku terkejut tiba-tiba ibu menghampiriku dengan tergesa-gesa...
" Ranti,.... sudah ibu bilang..... naiklah sepedamu. Berat kan harus bawa 1 kg telur dengan tanganmu".
Kusambut tangan ibu, menciumnya, dan aku langsung masuk ke dapur dan menyusun telur dalam kulkas. Sisanya, kuletakkan di tempat penyimpanan telur.
Kuganti seragam sekolah dengan baju sehari-hari. Penat yang menahan tubuhku segera kusingkirkan dan bergegas mandi. Aku tidak akan kalah hanya dengan bisikan murahan setan.
Bersambung besok lagi..
Stay tune with me guys

Tidak ada komentar:

Posting Komentar