Ibu akan mulai membuat cookies sore ini. Sepertinya ibu saja yang membuat. Tetangga sekitar tak datang untuk membantu ibu. Aku segera mengambil celemek buatanku sendiri untuk melindungi diri. Ibukupun aku buatkan semisal milikku. Aku cukup mahir untuk hal jahit menjahit, kata Ibu, sbgai perempuan harus mempunyai banyak skill. Salah satunya menjahit. Akupun sedikit demi sedikit belajar dari ibu bagaimana cara memasak yang enak. Rasanya aku ingin menguasai semua keahlian di dunia ini tanpa terkecuali.
Malam sudah beranjak gelap. Cookies lezat sudah sejak tadi habis kita santap. Tetangga sekitar juga ikut menikmatinya. Malam ini indah sekali, jutaan bintang terpampang jelas menghiasi angkasa. Polusi cahaya hilang entah kemana. Keberadaan layaknya sebuah teori tak berdasar. Bahkan jika fantasiku terus kukembangkan, aku bisa melihat saturnus berputar di hadapanku. It's very impossible. Bagaimana diriku bisa semakin maju, tapi sampai detik ini aku masih menghayal sesuatu yg tidak terjadi. Lebih baik aku fokuskan diriku untuk sesuatu hal yang harusnya aku kembangkan hingga bisa expert ke hal itu. Kusudahi lamunanku, aku sekarang berfikir bagaimana percakapan bahasa inggrisku bisa aktiv. Selama ini di sekolah aku hanya mumpuni untuk Bhs Inggris yang pasiv. Aku berdo'a semoga aku bisa bertemu suatu komunitas yang disitu aku bisa berkomunikasi aktiv bahasa inggris.
Jama'ah sholat isya' sudah buyar setengan jam yang lalu. Biasanya setelah sholat isya' ada khataman qur'an, tapi kali ini diliburkan karena ustadz Rifa'i akan menikah. Esoklah hari pernikahannya. Kata ibu, kita akan menghadiri akad nikahnya. Aku berfikir bagaimana konsep pernikahan pak Ustad nantinya ya ... Istrinya juga aku sangat penasaran. Orang setampan ustad pasti mendapatkan istri yang sangat cantik jelita. Acara pernikahannyq lumayan jauj dari rumah. Sekitar 100 Km jauhnya, nnt sholatnya di jama' kata Ibu.
***
Aku merasa mual. Bau mobilnya sungguh terlalu, ini baru setengah perjalanan. Belum pulangnya, aku hampir ingin turun di jalan. Aku baru tau, ternyata Ibu menumpang pada mobil pak RT yang super kotor, seperti sarang tikus. Tak ada pilihan lain. Istighfar terus terdengar dari mulut keringku. 1 pack permen sudah habis kulahap, tapi tak kunjung sampai juga di tujuan. Mungkin karena pak RT sekeluarga sibuk, akhirnya tidak ada waktu untuk membersihkan dan merawat mobil. Jika di masukkan perawatan mobil, pasti uang akan segera habis. Apa boleh buat
Sambung besok lagi ya..
Stay tune with me guys...
Stay tune with me guys...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar